Sabtu, 22 Juni 2013

bbm sist bro

Subuh subuh gini,sekalian nunggu subuhan, gue lagi liat berita nih banyak banget yang demo bbm naik.

Gue bakal coba membahas dari sudut pandang gue sebagai pelajar ye.bahasanya yang ringan ringan aja

Well, mari berpikir.
1.berpikir pake sudut pandang pemerintah. Mungkin dia mikir, ekonomi indo lagi sulit bos, ngutang sana sini. Apalagi rakyatnya banyak, tapi juga gabisa ngelola sda yang banyak juga. Imbasnya, banyak rakyat miskin.Akhirnya, naikin lah harga bbm. Dipikiran mereka, dengan begitu uang negara bisa sedikit nafas lega lah. Dan juga uangnya akan dikasih buat yang gamampu dan perbaikan fasilitas.

Contohnya kesehatan. Gue udah dua kali dalam sebulan ngeliat berita bayi dan anak meninggal garagara ada rumah sakit yang gamau nerima perawatan anak tsb karena miskin. Terus telat dirawat dan meninggal. Fak this, nyawa gabisa dibayar pake apapun bray.

KENYATAAN : tidak sesuai sasaran. Anggarannya dikorup.

2. Pemikiran mahasiswa

Daridulu, indo itu korup bos. Asli. Dan pemerintahnya pada budeg dan minta dilempar bom atom + bazoka kalo perlu. Rakyatnya ngejerit berjuang hidup, eh malah makin naikin harga bbm. Kalo emang buat rakyat, mana buktinya? Daridulu bisanya monopoli duit doang, tapi hasilnya? Banyak anak anak indonesia yang mati kelaparan dan menderita penyakit. Banyak ibu ibu hamil dan melahirkan anak yang kondisinya tidak sehat atau cacat,dikarenakan asupan yang tidak cukup. Biaya sekolah tuh mahal gila! sekalinya bbm naik tuh imbas kemana mana pakde! Kenapa harus harga bbm yang naik? KENAPA NGGA ANGGARAN DPR MPR KE LUAR NEGERI AJA YANG DIPOTONG? As*

3. Sudut pandang ibu rumah tangga,pedagang,pegawai tak tetap ataupun pegawai negri berpenghasilan pas pasan.

(Ibu rumah tangga&pns) Ya ampun pak, ngapain toh anehaneh naikin harga bbm. Kalo harga bbm naik, harga sembako dan kebutuhan rumah tangga juga naik, belum lagi sebentar lagi mau tahun ajaran baru,anak anak harus sekolah. Dan juga mau puasa&lebaran. Ini saja sudah dicukupcukupi untuk biaya sehari hari. Sedangkan gaji PNS jikalau ada kenaikan, tidak berbanding lurus dengan harga harga yang melonjak naik. 

(Pedagang) pak,  yang namanya usaha itu kan tidak selalu laku pak. Belum lagi, pemerintah suka menggusur gusur lahan sesuka hati. Mereka mengklaim sudah diberitahu ataupun sudah ada sosialisasi, mana buktinya? Mereka juga tidak memberi solusi. Si Bapak mah enak, makan ya tinggal makan. Kemana mana dikawal. Sedangkan kami, mencari sesuap nasi saja terkadang harus nyawa taruhannya pak. Kita ini rakyat kecil pak, ojo tambah dicekik.

4. Sudut pandang gue. Siswa&orang awam.

Biaya sekolah mahal, belum tarikan tarikan liar. Belum biaya buku. Belum biaya sehari hari. Itu masih buat gue sendiri. Kalo yang punya saudara? Pasti bokap nyokap muter otak.

Nyokap gue mau beli buat lebaran,"mbak tau ga?bbm belum naik masih rencana aja,barang barang udah mahal"

Terus buat kakak kakak mahasiswa. Gue sih mendukung dan setuju kalo mereka demo atas nama rakyat. Gue tau mereka itu daridulu penyampai aspirasi rakyat. Tahun 98 sudah membuktikan. MAHA - Siswa.

Tapi. Ada tapinya. Jangan anarkis. Dan. Jangan sampai merugikan masyarakat sekitar. Kalo mereka anarkis karena petugas keamanan yang ngeselin, itu sih menurut gue gapapa. Tabok balik aja kalo perlu.
Tapi kalo misalnya ga ada ujan ga ada badai tibatiba anarkis, itu yang salah. Nanti masyarakat malah gapercaya sama mahasiswa. Nanti statement masyarakat malah negative. Kan malah jadi kayak aneh gitu.

Kadang gue mikir, kenapa ya pemerintah lebih fokus sama yang dipulau jawa doang? Yang dipapua dan diujung negri lainnya gimana? 

Mereka sekolah aja susah. Katanya udah gamau dijajah, tapi sama uang aja gakuat. 

Kadang suka ironis. Setau gue, banyak ibu bapak yang duduk diparlemen itu juga mantan mahasiswa angkatan 65'an kalo gasalah. Angkatan 60an itu dulu pernah demo (sama kayak peristiwa 98) soekarno agar turun karena ada masalah beginian juga. Dan sebagian mereka yang duduk diparpol itu, mereka yang pernah ikut demo 98 nyuruh soeharto turun. Atas nama rakyat, katanya dulu. Sekarang? Atas nama pribadi.

Lucu.

Dulu ngedemo sekarang didemo. 

Ironis,
Setau gue waktu demo tahun 60an&90an itu, yang luka,meninggal,hilang (sampai sekarang) jumlahnya gasedikit loh. Terus perjuangan mereka dikemanain?


Katanya indonesia itu dasarnya pancasila. Anggota dpr aja banyak yang gahapal pancasila. Kalah sama anak tk.

Sebenernya,masih banyak cara buat naikin uang negara. Asal otak dan hatinya dipake, dan gapake embel embel korup, pasti bisa. 

Dan kalian juga harus inget.

TIDAK SEMUA YANG ADA DIPEMERINTAH ITU JAHAT DAN TIDAK PRO RAKYAT. Masih ada yang benar benar punya hati nurani

&

TIDAK SEMUA MAHASISWA ITU DEMO KARENA ATAS NAMA RAKYAT. Banyak mahasiswa yang menggunakan alasan ini buat demo demo anarkis dan bolos jam kelas. Ujungnya? Ngulang taun depan

-----------------

Well itu semua pendapat gue dan sudut pandang yang gue pikir.

And im proudly to be indonesian.
Im a youth generation with millions dreams&actions,not corruption.
"Don't cry because it's over, smile because it happened" - Dr. Seuss