Minggu, 04 Agustus 2013

Die to love.

Hari itu adalah hari pernikahan anaknya, walaupun anak perempuan yang disayanginya harus menikah dengan lelaki yang tak seiman. Tapi dia percaya, tuhan akan menjaganya.

Di hari itu juga, dia menangis karena melihat anaknya telah dewasa. Entah karena apa, badannya tibatiba hilang kendali,dan tersungkur ke lantai.

Usianya memang sudah sepuh,tapi tetap saja hal itu membuat seluruh tamu,terutama anak yang dicintainya itu terhenyak dan menangis.

-----------------

Akad nikah anak itu tidak diundur. Namun dia harus dilarikan kerumah sakit karena pendarahan dikepala. Sayangnya, dia hampir kehabisan darah karena pendarahan akibat kepala yang terbentur saat tersungkur.

Diruang tunggu hanya ada seorang keponakan perempuan dan ayahnya yang datang jauh dari pulau Jawa dan istri beliau yang menangis dan pucat karena suaminya tak kunjung sadar

--------------------

Dokter pun akhirnya keluar dari kamar Bapak tersebut. Dia menanyakan dengan  gelisah apakah ada diantara sekumpulan orang tersebut yang bergolongan darah O.

Gadis keponakannya yang jauh datang dari Jawa tersebut berkata bahwa golongan darahnya O. Tanpa berpikir panjang, dokter pun meminta gadis itu untuk donor darah untuk sang Bapak.

------------------

Di laboratorium,suster dan dokter itu terkejut dan kebingungan karena ternyata si gadis tersebut penderita anemia akut dengan hb darah yang dikategorikan sangat rendah. Namun,gadis itu meyakinkan bahwa dia akan baik baik saja.

Dokterpun masih bingung rupanya, gadis itu meyakinkan lagi,bahwa darah yang dimilikinya walaupun sedikit,atas nama Tuhan,mungkin bisa membantu pamannya yang sedang kritis.

Terlebih,di hari ini,sang anak seharusnya sedang berbahagia karena telah mempunyai imamnya sendiri. Gadis itupun tak mau melihat sepupunya bersedih karena kondisi sang Ayah yang tak sadarkan diri karena kekurangan darah.

------------------


Tuhan berkata lain.

Setengah jam setelah didonorkan darah, bapak itu mulai siuman. Dan sang anak tersebut telah ada disampingnya berurai air mata.

Sedangkan sang gadis,masih terduduk lemas karena harus kehilangan banyak darah. Namun dia merasa lega karena bisa menolong nyawa seseorang.

Bapak tersebut mengatakan sesuatu dibisikan anaknya. Sepertinya nasihat, namun lama sekali sekitar 5 menit. Setelah itu, sang keponakan yang mendonorkan darahnya, dipanggilnya ke sisi samping sang Bapak tersebut. Sembari berterima kasih telah memberi sedikit nyawa untuknya.

Namun. 

Tuhan berkata lain

------------------

Keesokannya, keluarga besar tersebut berkumpul di rumah duka. Sang Bapak tersebut telah pergi untuk selamanya. Namun tidak ada lagi kesedihan di wajah sang mempelai tersebut,karena dia tahu, dengan begitu sang ayah tidak akan merasakan kesakitan atas jantungnya yang tak kunjung sembuh. Ikhlas adalah jalan terbaik untuk merelakan seseorang

Sang Gadis pendonor darah itupun hanya bisa menitikkan air mata karena paman yang dicintainya telah pergi. Dia bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk membagi sedikit darahnya walaupun darah itu sendiri sangat berarti baginya, seorang penderita anemia akut.

----------------

Tuhan selalu tahu apa yang terbaik.
"Don't cry because it's over, smile because it happened" - Dr. Seuss