Minggu, 03 Mei 2015

Little short story.

Hari ini aku mengajaknya untuk jalan jalan bersamaku--ntah apa yang ada dipikiranku--tapi,aku menikmatinya.
Sudah dua tahun aku tidak bersua dengan wanita yang pernah mengisi relung hatiku--lalu membuatnya hancur berantakan--ya,wanita yang sekarang duduk disampingku.

Andai aku bisa merengkuhnya, sebentar saja.

'Andre! Makeup gue ilang.Duh apa ketinggalan ya di toilet restoran tadi?'
'Berapa emang harganya?'
'Ga terlalu mahal sih,tapi kan lumayan'
'Hahaha yaudah ikhlasin aja, semoga yang menemukan make up lo makin berkah dah'
'Ah sok ngomong ikhlas lo, kan lo gatau rasanya jadi gue :( ya walaupun gabesar tapi kan..'

Dia bilang, aku tidak tau apapun tentang 'keikhlasan'. Mobil segera kutepikan ke pinggir jalan, kuhirup napas sedalam dalamnya.
Kuberanikan untuk kutatap matanya

'Lo mau tau pengorbanan ikhlas gue?'
Dia hanya terdiam sembari memandangiku dengan tatapan aneh.

'Bokap gue pernah bilang, mencintai seseorang dengan tulus dan ikhlas terbagi menjadi dua jalan. Jalan pertama, apabila dia mencintaimu kembali, perjuangkanlah dengan hati. Tanpa menyakiti siapapun.
Jalan kedua, apabila dia mencintai orang lain, perjuangkanlah dia dalam doamu. Ikhlaskan dia agar bahagia dengan orang yang di cintainya'
'Ndre,lo gakenapa-kenapa kan? Kenapa jadi serius gini..gue cuman becand..'
'Gue belum selesai ngomong'
'Iya.. Jadi?'
'Keikhlasan terbesar yang ada dihidup gue adalah melihat orang yang selama ini ingin gue perjuangkan dan gue pasang jari manisnya dengan cincin dari kerja keras gue, mencintai gue balik.'
'Andre..'
'Tapi, ternyata wanita itu lebih memilih orang lain. Ya,mungkin wanita itu akan bahagia dengan pilihannya.'
Aku menggenggam setir dengan erat dan mengatur napasku,
'Aku pernah mencintai seseorang yang telah menjadi bagian hidupku, dan akhirnya kulepaskan. Ikhlas. Agar dia bisa menemukan belahan yang lain yang lebih bisa membuatnya bahagia'

Wanita itu menangis. Ingin sekali aku memeluknya, merasakan kepalanya bersandar di dadaku. Aku pun berusaha mencairkan suasana,
'Hahaha cengeng lo ah, tadi kan gue cuman cerita, kok lo nangis sih' sembari ku acak acak rambutnya yang wangi itu.

Deg.

Wanita itu memelukku. Mati aku, seumur umur baru kali ini dia memelukku dan menangis di pelukanku.
'Itu gue..ya?'
'eh.. mmm bukan kok'
'Kalo ternyata itu gue,'

Dia melepaskan pelukannya, tubuhku sekarang seperti hampa.
Dia melanjutkan ucapannya,
'Terima kasih sudah selalu menjaga gue, mau menerima kekurangan dan mencintai gue,Ndre'

Suasana menjadi sunyi.
Larut dalam pikirannya masing masing.
Dia membenarkan posisi duduknya,
'Ndre,gue mau pulang'
Pintanya dengan manja. 

Aku tidak tau harus berkata apa, aku hanya memberikannya senyuman terbaikku.

Akupun segera mengalihkan pandanganku ke jalan raya, dan memacu mobilku. Pikiranku kacau balau, apa yang telah aku lakukan! 
Setibanya dirumahnya yang sederhana tapi menjadi saksi bisu perjuangan cintaku, aku kembali menatapnya.

'Oke Ibu, sudah sampai. Hahaha, jangan capek capek ye, dan semoga pernikahan lo sukses dan lancar!' Kembali ku acak acak rambutnya.
'Ndre..'
Dia memelukku,lagi. Kali ini lebih erat,
'Kenapa baru sekarang sih,Ndre..'
Dia terisak pelan. 

Apa? Apa aku tidak salah dengar? 
Dia melepaskan pelukannya, dan mencium pipiku pelan dan membisikkan sesuatu ditelingaku,
'I did love you,Ndre..'

Dia membuka pintu mobil dan berjalan memasuki pagar rumahnya tanpa kembali menoleh ke arahku.
Terputar di kepalaku semua yang masih tidak tercerna dengan baik.

'Kenapa baru sekarang sih,Ndre..'
'I did love you,Ndre..'

Aku menggenggam setir semakin erat hingga buku buku jari tanganku memutih. 
Mataku terasa panas, dan akhirnya jatuh juga. Hatiku terus memaki maki diriku sendiri.

Telepon genggamku berbunyi, Meta menelponku. Hatiku bergetar kembali.
 'Halo'
'Andre'
'Ya, Meta?'
'I love you'
'I love you too,Meta.'
'No, seriously Andre. I love you'
'Kamu tahu aku tidak pernah bercanda,Meta. I love you, and good luck for your wedding day'
Aku mematikan telepon. Tidak.
Bukan saatnya.
Aku hanya ingin menjalankan nasihat Ayahku, di jalan yang pertama. Walaupun aku telah terhempas ke jalan yang kedua.

-----------------------------------------

Halo! Terimakasih sudah membaca cerita pendek yang anjrit sok ide lo lud wakaka ya makasi y. Samlekom, btw ini pure fiction ya. :)

Have a good day,people!

"Don't cry because it's over, smile because it happened" - Dr. Seuss