Senin, 11 Mei 2015

thought

halo. numpang curhat boleh ya. #edisicurhatanludya
Pemikiran hari ini.

Susah ya jadi orang baik. Semua yang kamu lakukan selalu salah. Sekalinya berbuat buruk, semua perilaku baik yang kamu perjuangkan pelan-pelan, musnah. hilang gitu aja. 
seakan - akan hidup kamu itu hanya untuk di salah salahkan.
Pelampiasan kamu cuman bisa diam, menulis, sujud, menangis tanpa ada orang yang mendengar. 
Tiap malam gelisah untuk tidur hanya karena dendam sakit hati muncul kembali dan akhirnya marah yang berujung nangis.
lemah banget lo lud, cengeng pula. I am.
Andaikan siapapun kalian yang membaca ini bisa bertukar perasaan sebentar saja. Penasaran sama apa yang akan kalian lakukan.

Kadang ingin sekali saja, bisa berbuat jahat sama orang tanpa mikirin itu kasar atau tidak, tanpa mikirin perasaannya dia. Pengen bisa melampiaskan marah seenak otak ke orang orang yang penjilat muka dua egois dan pantas untuk musnah.
Saya teh manusia. Juga punya perasaan, yang kalau dikasarin dan selalu dijahatin, hatinya bisa sakit juga. Yang ingin hidupnya bebas juga. yang ingin bisa memilih suatu keadaan. Yang punya masa depan juga. 

Maaf saya bukan boneka. Yang bisa diambil terus dibanting berkali kali lalu diinjak dan dicaci maki. Kalian banting saya teh jahat, sudah bukan ke tanah. Tapi ke paku yang tajem. Siapa yang gak sakit hatinya. Saya kalian hina juga masih tahan, tapi kalau sehabis itu kalian injak sama dicaci maki, manusia juga bisa mati. Ntah hatinya atau fisiknya.

Kalian nuntut saya jadi orang baik, tapi saat saya menjadi baik, malah kalian manfaatkan dan berpikir saya ini bodoh. Kadang juga kalian menuntut  untuk sesuatu yang baik itu harus serba diperlihatkan. Maaf saya bukan orang yang riya', tabungan pahala saya juga masih sedikit. mau pamer juga untuk apa. buat apa saya berbuat baik untuk selalu dilihatkan dan agar kalian tau? saya teh gabutuh kalian, yang penting Tuhan sama malaikat tahu.

Kalian juga bilang, saya mah kalo sama orang lain baik senang membantu. Tapi sama kalian, saya teh dibilang gatau diri gabisa membantu pamrih. Ya maaf, saya senang membantu orang yang bisa menghargai saya, walaupun mereka tanpa mengucap terima kasih. Saya senang membantu dengan ikhlas asalkan saya dihargai. Kalau saya sampai nggak membantu kalian teh harusnya kalian introspeksi diri. saya sudah selalu membantu tapi kaliannya tidak pernah puas dan tidak pernah menghargai orang.

Sekali lagi ya, saya cuman manusia. yang hatinya sama fisik rohaninya punya Tuhan. Kesabaran itu nggak ada batasnya teh saya setuju, tapi kasar sama orang itu keterlaluan. Kalian teh suka ngeluh kenapa sering sakit, kalian coba atuh introspeksi diri. Mungkin kalian suka membuat sakit hati orang.

nggak, saya mah nggak dendam. InsyaAllah selalu memaafkan. Tapi, Gusti Allah juga melihat hamba-hambanya yang di dzhalimi. semoga hidup kalian teh berkah. gaboleh takabur, hati hati lisannya, karena itu pisau yang tajam ke hati orang.

:)




keep Lazy and Smile :)
"Don't cry because it's over, smile because it happened" - Dr. Seuss